Saat kita tertawa, hanya kitalah yang tahu persis apakah tawa itu bahagia atau tidak. Boleh jadi, kita sedang tertawa dalam seluruh kesedihan. Orang lain hanya melihat wajah.
Saat kita menangis pun sama, hanya kita yang tahu persis apakah tangisan itu sedih atau tidak. Boleh jadi kita sedang menangis dalam seluruh kebahagiaan. Orang lain hanya melihat luar.”
Tersenyumlah. Bukan karena kita sudah paling bahagia sedunia, tapi simpel karena kita mensyukuri hidup ini.
Tersenyumlah. Bukan karena kita sudah kaya-raya, tapi karena kita merasa cukup dan berterima-kasih.
Tersenyumlah. Bukan karena kita sudah bebas dari masalah, tapi karena apapun yang akan terjadi besok lusa, itu adalah skenario terbaik yang terjadi.
Kadang, kita tidak tahu kenapa kita masih berharap.
Kadang, kita tidak tahu kenapa masih menunggu.
Kadang, kita tidak tahu kenapa tetap tinggal.
Maka, itulah salah-satu cabang sabar. Ketika kita "tidak tahu" misteri masa depan, tapi kita tetap melakukannya. Lengkapi dengan keyakinan Allah selalu punya skenario terbaik, sibukkan diri dengan hal positif fan bermanfaat, maka semoga bahagia selalu menemani kita.
Ada orang-orang yang jatuh cinta, tapi tidak ditakdirkan bersama.
Ada orang-orang yang bersama, tapi tidak jatuh cinta.
Ada pula orang-orang yang jatuh cinta, ditakdirkan bersama.
Hidup ini memang begitu2 saja. 7 milyar manusia di atas bumi; tiap detik, setidaknya ada yang jatuh cinta, pun tiap detik, ada yang berpisah. Jadi, tidak perlu galau, sakit hati, sesak, toh, penulis skenario hidup kita adalah yang maha mengetahui. Dijalani saja, apapun ujungnya. Syukur2 happy ending.
Tidak apa sering sakit hati, dilupakan, ditinggalkan.
Banyak orang besar lahir dari sakit hati.
Tidak masalah sering dihina, dicaci.
Banyak orang mulia lahir dari seluruh penghinaan dan cacian.
Pastikan saja, kita selalu bergerak menjadi lebih baik, belajar dari sakit hati dan hinaan orang lain.
Rencana Tuhan itu jauh lebih besar dibanding rencana manusia.
Jika kita tidak mengerti, marah, tidak terima dengan situasi yang kita hadapi, boleh jadi karena kita tidak tahu, bahwa Tuhan menyimpan rencana yang lebih indah bagi kita.
Akan datang orang yang tepat, diwaktu yang tepat, dan cara yang tepat. Percayalah.
Tinggal pastikan, kita terus memperbaiki diri sendiri, agar tepat siap saat momen itu tiba.